Bapak Ini Gak Punya Uang untuk Bayar Ambulans, Jenazah Bayinya Dimasukan Tas untuk Dibawa Pulang. Miris bacanya !!



Lagi-lagi, pelayanan tak menyenangkan diberikan pihak rumah sakit. Kali ini datang dari RSUD M Yunus di Bengkulu, Sumatera Selatan.

Dikutip Merdeka.com, Rabu (9/4/2017), jenazah bayi seorang pria bernama Aspin Ekawandi warga Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, terpaksa dimasukkan ke dalam tas pakaian karena tak mampu membayar biaya sewa mobil ambulans.Sebelumnya, sang istri, Sri Sulasmi, melahirkan anak keempat mereka pada Rabu (5/4/2017) di RSUD Kaur. Proses persalinan melalui operasi caesar karena bayi divonis mengalami kelainan paru-paru dan jantung.

Operasi dilakukan dengan menggunakan bantuan BPJS. Namun karena alat di rumah sakit tersebut kurang memadai, bayi mereka akhirnya dirujuk ke RSUD M Yunus Kota Bengkulu.

baca juga : WOOW..Kerja 5 hari digaji 1 Miliar.. Pekerjaan dengan gaji tertinggi di Dunia..TAPI....!!!

“Bayi sempat masuk UGD, kemudian dipindahkan ke ruang anak untuk penanganan bayi premature. Namun, pada 7 April meninggal dunia. Saat bayi dirujuk, istri saya tidak dibawa ke RSUD M Yunus karena harus mendapatkan perawatan di RSUD Kaur,” jelas Aspin.

Aspin pun berniat untuk membawa jenazah bayinya ke kampung halamannya di Desa Sinar Bulan, Kecamatan Lungkang Kule dengan menggunakan jasa mobil ambulans yang sudah tersedia di rumah sakit.Namun, pihak rumah sakit menjelaskan biaya sewa mobil jenazah itu sebesar Rp 3,2 juta dengan waktu tempuh dari Kota Bengkulu ke Kaur selama lima jam perjalanan darat.

“Saya coba tawar tapi mereka katakan tidak bisa kurang,” kata Aspin.

Karena tak memiliki cukup uang, Aspin pun akhirnya memutuskan untuk membawa jenazah bayinya dengan menggunakan kendaraan umum. Namun, yang menyedihkannya, Aspin terpaksa memasukkan jasad bayinya ke dalam tas pakaian agar tak ketahuan sang sopir.

“Di dalam mobil sopir minta tas diletakkan di bagasi tapi saya tolak dengan alasan di dalamnya kue untuk acara pernikahan saudara, untung sopir tak curiga,” tuturnya.

Pelayanan tak menyenangkan yang didapat oleh Aspin rupanya terdengar sampai ke telinga pemerintah setempat. Mereka sangat menyayangkan perlakuan yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang dinilai tidak manusiawi.

“Saya kira itu sangat tidak manusiawi ya, Rumah Sakit ini kan melayani pasien, apalagi kalo sudah meninggal gitu, harusnya bisa bertoleransi, saya kira ini tidak bener,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) Fadli Zon usai mengunjungi Sekjen FUI Al-Khaththath di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/4/2017).

Padahal, menurut Fadli, pihak partai politik telah memberikan layanan mobil ambulans gratis untuk masyarakat kurang mampu.

“Saya kira juga banyak layanan-layanan lain, termasuk layanan ambulance gratis, ada juga partai politik, kami dari Gerindra juga punya,” katanya.

“Mungkin dari partai lain juga ada, jadi harusnya ada, tapi tidak boleh lah Rumah Sakit seperti itu,” Fadli menambahkan.

baca juga : Aku Beri Sayur Ke Gelandangan Depan Rumah Setiap Hari, 2 Tahun Kemudian Anaknya Kembali dengan Mobil Mewah! Ternyata Dia Adalah…!

Di konfirmasi terpisah, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti juga melayangkan ungkapan senada. Ia juga menyesalkan tindakan petugas rumah sakit yang dinilai belum mampu melayani dengan hati.

“Kita segera evaluasi aturan yang ada kalau itu jadi memberatkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai pemimpin di wilayah tersebut, Ridwan pun menyampaikan permohonan maafnya kepada keluarga Aspin.

“Saya menyampaikan duka dan empati serta meminta maaf atas kelalaian kami melayani masyarakat,” kata Ridwan saat mengunjungi keluarga Aspin di Desa Sinar Bulan, Kecamatan Lungkang Kule, Jumat (14/4) malam.
dan

0 Response to "Bapak Ini Gak Punya Uang untuk Bayar Ambulans, Jenazah Bayinya Dimasukan Tas untuk Dibawa Pulang. Miris bacanya !!"

Posting Komentar